Terapi Kecantikan Memakai Lilin

BioenergiCenter Yogyakarta
Terapi

LILIN selain bermanfaat sebagai penerangan di saat gelap, ternyata juga baik digunakan untuk kecantikan dan kesehatan sekitar wajah, terutama bagi wanita yang ingin selalu tampil cantik dan prima.

Belakangan ini, tersedia berbagai jenis terapi kesehatan dan kecantikan. Jenis dan namanya pun beragam. Dari akupuntur, acupressure hingga hipnoterapi. Lantas, bagaimana dengan terapi ear candle? Jika Anda penggila gaya hidup yang berkaitan dengan kesehatan dan kecantikan, terapi satu ini tentunya tak asing lagi.

Terapi ear candle sebenarnya berasal dari terapi tradisional suku Indian kuno di Amerika Selatan. Kemudian, terapi ini dikembangkan dan meluas penggunaannya ke seluruh dunia. Jika dulu dikenal sebagai pengobatan alternatif untuk berbagai penyakit yang berhubungan dengan THT atau telinga, hidung dan tenggorokan, terapi ear candle kini juga sudah dikembangkan untuk kecantikan. Dari untuk membersihkan jerawat dan tumpukan toksin, mengurangi cairan sinus, meringankan pusing atau migrain, stres, meringankan sirkulasi jaringan hingga meringankan suasana hati.

Menurut Erlina Rusilawati, trainer rumah perawatan ear candle, terapi ear candle ini berfungsi untuk mengeluarkan kotoran, menjernihkan pendengan dan membantu masalah telinga.

“Dulunya terapi ini hanya digunakan untuk kesehatan telinga. Namun, seiring berkembangnya jaman, terapi ini kemudian dikombinasikan dengan terapi kecantikan wajah,” terang Lina.

Pada saat melakukan terapi ini, klien akan mendapat pijatan-pijatan yang membantu menghilangkan toksin atau racun sekaligus merelaksasi tubuh.

Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengawali terapi ini, menurut Lina yaitu, sebelum lilin dimasukkan ke liang telinga, wajah klien akan dibersihkan terlebih dulu sambil diberi pijatan-pijatan ke arah kelenjar lymphatic. Kemudian, lilin dimasukkan ke telinga hingga berada dalam posisi berdiri sempurna dan dibakar ujungnya.

“Sambil melakukan terapi ear candle, terapis akan memijat leher dan punggung dengan minyak zaitun yang diberi essence aromaterapi,” tutur ibu dua anak ini.

Dikatakannya, terapi ear candle ini secara keseluruhan memakan waktu sekitar 30 menit. Umumnya, tiap-tiap telinga akan dimasuki sebatang lilin. Jika kurang, jumlah lilin bisa ditambah lagi. Setelah usai, lilin yang terbakar akan diangkat dan digunting. Dari sini, klien akan bisa melihat kotoran telinga yang terangkat lewat tekanan uap panas yang dihasilkan lilin.

“Kalau telinganya bermasalah, kotoran itu bisa berupa cair, bahkan berlendir, tidak padat seperti pada klien yang memiliki telinga normal,” kata Lina.

Ia menambahkan, di luar negeri, terapi ear candle populer sebagai terapi yang berguna untuk menyegarkan wajah dan menghilangkan jerawat. Di Indonesia, terapi ini baru mulai menjamur sejak 1,5 tahun lalu.

“Tak hanya untuk wanita, terapi ini juga berfungsi untuk mengeluarkan kotoran di telinga anak-anak. Sementara orangtuanya melakukan terapi ini untuk mendapatkan fungsi lain, yakni relaksasi, detoxifying, atau menambah energi,” ungkapnya.

Menurut Lina, terapi ear candle juga bisa dilakukan di rumah dengan bantuan orang lain. Namun, itu umumnya berfungsi mengeluarkan kotoran telinga saja.

 

By :  iQ

Terapi Kecantikan Memakai Lilin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas