Hukum Orang Tua yang Menyakiti Anaknya dalam Islam

hukum orang tua yang menyakiti anaknya

Hukum orang tua yang menyakiti anaknya – Agama Islam mengajarkan kepada umat-nya untuk saling menghormati satu asam lain. Terlebih bagi anak wajib hukumnya untuk selalu menghormati dan mencintai orang tuanya. Hal ini terlihat jelas dalam banyak ayat Alquran maupun hadist, salah satunya adalah “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali – kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al An’am : 151). Untuk itulah, dalam Islam haram hukumnya sikap anak durhaka kepada kedua orang tuanya. Hukum orang tua yang menyakiti anaknya dalam islam akan berlaku sesuai hukum keadilan dari Allah karena anak dan orang tua sama-sama memiliki hak dan kewajiban.

Tapi tahukah Anda jika tidak hanya anak saja yang bisa bersikap durhaka kepada orang tua, tapi banyak orang tua yang bersikap durhaka kepada anaknya. Dan, apa hukum orang tua yang menyakiti anaknya dalam Islam? Hal ini tentu menjadi pertanyaa kita bersama.

Baca juga: Solusi Mengatasi Masalah Secara Ilmiah, Alamiah & Ilahiah

Berikut ini beberapa kutipan ayat suci dalam Akquran maupun hadits yang dapat menggambarkan apa saja sikap durhaka orang tua kepada anak dan apa hukum orang tua yang menyakiti anaknya. Semua ini akan digambarkan dalam beberapa bacaan suci berikut ini. Semoga bermanfaat.

Hukum orang tua yang menyakiti anaknya secara fisik maupun psikis

1. Hukum orang tua yang menyakiti anaknya yang memaki dan menghina anak

  • Seorang lelaki penah mendatangi Umar bin Khattab seraya mengadukan kedurhakaan anaknya. Umar kemudian memanggil putra orang tua itu dan menghardiknya atas kedurhakaannya. Tidak lama kemudan anak itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah sang anak memiliki hak atas orang tuanya?”

“Betul,” jawab Umar.

“Apakah hak sang anak?”

“Memilih calon ibu yang baik untuknya, memberinya nama yang baik, dan mengajarkannya Al-Qur’an,” jawab Umar.

“Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ayahku tidak melakukan satu pun dari apa yang engkau sebutkan. Adapun ibuku, ia adalah wanita berkulit hitam bekas hamba sahaya orang majusi; ia menamakanku Ju’lan (kumbang), dan tidak mengajariku satu huruf pun dari Al-Qur’an,” kata anak itu.

Umar segera memandang orang tua itu dan berkata kepadanya, “Engkau datang untuk mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau telah durhaka kepadanya sebelum ia mendurhakaimu. Engkau telah berbuat buruk kepadanya sebelum ia berbuat buruk kepadamu.”

  • “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaikilah nama kalian.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab Adab, hadits nomor 4297).

2. Hukum orang tua yang menyakiti anaknya yang bersikap pilih kasih

  • Nu’man bin Basyir bercerita, “Ayahku menginfakkan sebagian hartanya untukku. Ibuku –’Amrah binti Rawahah—kemudian berkata, ‘Saya tidak suka engkau melakukan hal itu sehinggi menemui Rasulullah.’ Ayahku kemudian berangkat menemui Rasulullah saw. sebagai saksi atas sedekah yang diberikan kepadaku. Rasulullah saw. berkata kepadanya, ‘Apakah engkau melakukan hal ini kepada seluruh anak-anakmu?’ Ia berkata, ‘Tidak.’ Rasulullah saw. berkata, ‘Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anak-anakmu.’ Ayahku kemudian kembali dan menarik lagi sedekah itu.” (HR. Muslim dalam Kitab Al-Hibaat, hadits nomor 3055).
  • Rasulullah saw. bersabda, “Rahimallahu waalidan a’aana waladahu ‘ala birrihi, semoga Allah mengasihi orang tua yang membantu anaknya di atas kebaikan.” (HR. Ibnu Hibban)

Baca juga: Kapsul Bioenergi Solusi Masalah Hidup Anda

3. Hukum orang tua yang menyakiti anaknya yang mendoakan keburukan bagi anaknya

  • Rasulullah saw. bersabda, “Rahimallahu waalidan a’aana waladahu ‘ala birrihi, semoga Allah mengasihi orang tua yang membantu anaknya di atas kebaikan.” (HR. Ibnu Hibban)

4. Hukum orang tua yang menyakiti anaknya yang tidak memberikan pendidikan yang bagi untuk si anak

  • “Hai orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)
  • “Tak ada yang lebih utama yang diberikan orang tua kepada anaknya melebihi adab yang baik.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Birr wash Shilah, hadits nomor 1875. Tirmidzi berkata, “Ini hadits mursal.”

Demikian beberapa kutipan suci yang menjelaskan mengenai beberapa sikap durhaka orang tua kepada anak dan hukum orang tua yang menyakiti anaknya. Jika Anda ingin menjadi orang tua yang penuh kasih sayang. Dan bertanggung jawab kepada anak-anak maka sebaiknya Anda mengupayakannya dengan banyak berdoa untuk memohon bimbingan Allah. Agar diberi hikmat untuk menjalani perans ebagai orang tua yang baik bagi anak-anak. Selain itu, Anda juga perlu mengonsumsi Kapsul Bioenergi dari Bioenergi Center. Kapsul dari Bioenergi ini yang mampu membantu Anda dalam membuka aura dan energi positif anak. Sehingga Anda mampu menjaga, merawat, sekaligus mendidik anak dengan baik. Dengan begitu, Anda akan menjadi orang tua yang mampu mempertanggungjawabkan semua tugas dan peran seabgai orang tua kepada Allah kelak pada waktunya.

Baca juga: Cara Mengatasi Masalah Anak dan melejitkan potensi kesuksesannya

 

Hukum Orang Tua yang Menyakiti Anaknya dalam Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas