Pola Makan Sehat saat Puasa yang Sebaiknya Anda Tahu

Pola Makan Sehat Saat Puasa

Ketika Bulan Puasa tiba, atau Anda yang rajin menjalankan puasa sunah baik puasa Nabi Daud atau puasa Senin-Kamis dan puasa sunah lainnya persiapan fisik dan mental sangat penting. Selain persiapan kedua hal tersebut, persiapan yang juga tak boleh dilewatkan adalah faktor gizi dan nutrisi Agar kondisi tubuh tetap Bugar selama menjalani puasa. Pola makan sehat saat puasa harus menjadi perhatian utama karena pola makan yang salah bisa memberikan efek yang tidak baik bagi tubuh dan tentunya bisa mengganggu puasa itu sendiri.

Pola Makan Sehat Saat PuasaPola makan sehat akan sangat serasi dengan sunah sahur dan anjuran berbuka dengan segera. Dan secara medis, hal ini berkaitan dengan sistem metabolisme, sistem energi tubuh yang menjadikan siklus yang berubah saat puasa justru memberikan banyak manfaat. Sekali lagi hal ini harus diselaraskan dengan rukun dan sunah puasa serta kepandaian kita dalam memilih makanan atau minuman saat sahur ataupun berbuka. Kita juga mesti menyadari kapasitas isi lambung kita, sehingga jangan sampai berlebihan dan jangan sampai kekurangan. Akan lebih bagus lagi apabila kita sudah sampai pada pemahaman makanan yang kita makan itu tidak hanya halal namun juga toyob (halalan-Toyiban) sehingga akan memberikan banyak kebaikan.

Baca juga : 7 Cara Menjalani Hidup Sehat Menurut Islam | Kapsul Bioenergi

Menjaga pola makan sehat saat puasa tidak boleh disepelekan. Kemampuan kita mengendalikan diri dengan berbagai makanan kesukaan, atau mungkin makanan khas yang banyak kita jumpai di bulan puasa juga perlu di kontrol. Sehingga puasa kita tidak menghalangi aktivitas harian kita bahkan bisa menjadi sarana menuju kesehatan yang lebih holistik.

Pola Makan Sehat Saat Puasa untuk  Menjadi Lebih Sehat

Apa hidangan favorit Anda ketika berbuka puasa? Makanan bersantan, manis, dan pedas? Jika ingin mendapatkan manfaat kesehatan dari puasa, sebaiknya Anda lebih memperbanyak asupan sayur dan buah. Ketika kita berpuasa dengan tidak makan dan minum selama sekitar 14 jam, organ-organ ikut beristirahat. Tubuh pun secara alamiah melakukan detoksifikasi atau membuang racun yang selama ini menumpuk. Hasilnya, setelah berpuasa kulit lebih bersih, tekanan darah dan gula darah turun, dan fungsi organ menjadi lebih baik.
Untuk mengoptimalkan proses tersebut, ahli terapi nutrisi, menyarankan kita untuk lebih memperbanyak asupan makanan alami. Seperti buah dan sayur, serta mengurangi makanan yang diproses. Mengenai anggapan bahwa konsumsi sayur dan buah akan membuat lemas saat puasa itu tidak sepenuhnya benar. Ahli Gizi menjelaskan bahwa rasa lemas adalah hal yang normal pada minggu awal bulan puasa. “Itu adalah proses adaptasi tubuh terhadap pola makan yang baru. Pada saat itu kadar gula darah akan turun, demikian juga tensi dan tekanan darah. Hal ini adalah mekanisme tubuh untuk efisiensi energi karena berkurangnya asupan kalori,” paparnya. Bila tubuh sudah bisa menyesuaikan diri maka sel-sel tubuh akan optimal melakukan proses penyembuhan dan pembersihan racun.
Saat berpuasa kita sebaiknya menghindari makanan bersantan, gula, juga berlemak tinggi. Karena akan menumpuk lama di lambung. Penumpukan itu akan menyebabkan pembusukan sehingga terjadi radang lambung dan memicu gejala mag. “Percuma minum obat sakit mag kalau pola makan kita tidak perbaiki,” tandasnya. Bila pola makan tidak diperbaiki, pada akhirnya akan sia-sia juga kesempatan kita melakukan detoksifikasi selama 30 hari.

Sumber:invonews.com

Semoga Bermanfaat.. 🙂