Penyebaran Flu Dipengaruhi Kelembapan Udara

Penyakit influenza termasuk dalam penyakit yang penularannya sangat mudah. Wabah influenza biasanya muncul selama musim dingin atau masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Sebenarnya ada tiga jenis virus influenza, virus A, B dan C. Virus A memiliki daya sebaran paling luas. Semuanya menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung, seperti bersalaman dengan orang yang baru bersin atau menutup mulutnya dengan tangan saat batuk atau menghirup uap air yang terinfeksi.

Menurut penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal PLoS One, penyebaran virus flu sangat terkait dengan level kelembaban udara. Di negara beriklim sedang seperti Amerika Utara dan Eropa, wabah flu biasanya terjadi di musim dingin. Sementara di negara tropis influenza menyebar di musim penghujan.

Setelah mengukur angka ketahanan hidup virus influenza A dalam berbagai level kelembaban, para peneliti menyimpulkan bahwa flu lebih banyak terjadi di musim dingin karena ketahanan hidup mereka dalam lendir meningkat saat kelembaban di bawah 50 persen. Virus influenza juga menyebar saat kelembaban mendekati 100 persen.

Ketika tingkat kelembaban rendah di dalam ruangan saat musim dingin, percikan lendir saluran pernapasan menguap dengan sempurna. Dalam kondisi kering ini daya tahan virus lebih besar.

Ketika kelembaban meningkat ke level sedang, stimulasi percikan tidak menguap dengan sempurna sehingga virus kurang bisa menginfeksi sel. Itu sebabnya mengapa di musim hujan seperti sekarang lebih banyak orang yang sakit flu.

 

 

SHARE: