Kapsul Bioenergi :: Membantu Mengatasi Masalah Hidup Anda

Rematik adalah salah satu penyakit yang lumrah diderita masyarakat Indonesia baik tua maupun muda.  Penyakit ini menyerang sendi dan struktur jaringan penunjang di sekitar sendi sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri. Dalam tingkat yang  parah, rematik bahkan dapat menimbulkan kecacatan tetap, ketidakmampuan dan penurunan kualitas hidup.

Di masyarakat, masih saja berkembang mitos dan anggapan yang salah mengenai penyakit ini. Padahal mitos-mitos ini menyesatkan apabila dikaji dari sisi medis dan bukan tidak mungkin akan merugikan penderita.

Ahli penyakit dalam dan rheumatolog dari Divisi Rheumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. Bambang Setyohadi, menjelaskan beberapa mitos dan fakta seputar penyakit rematik.  Berikut adalah  mitos dan penjelasannya :

1. Sering mandi malam di usia muda memicu rematik di usia tua.

Faktanya, sejauh ini belum ada bukti yang menguatkan bahwa mandi malam akan menyebabkan penyakit reumatik. Pada prinsipnya mandi malam atau mandi air dingin tidak menyebabkan rematik.  “Pada penderita rematik, mandi air dingin memang bisa membuat otot kaku atau spasme.  Kondisi tersebut biasanya membuat sendi tertekan sehingga menimbulkan rasa sakit,” ujar Dr. Bambang.

2. Makan kangkung atau bayam sebabkan rematik.

Tidak ada hasil penelitian yang menghubungkan antara bayam atau kangkung dengan riisko rematik.  “Kalaupun yang harus dihindari, bila Anda ditakdirkan menderita rematik adalah makanan yang dapat memicu purin atau bahan yang akan diubah menjadi asam urat seperti jeroan, seafood atau minuman beralkohol,” tegas Bambang.

3. Semua penyakit rematik disebabkan asam urat.

“Faktanya, hanya sekitar 10 persen saja pengidap rematik yang asam uratnya tinggi. Banyak pasien yang asam urat tinggi justru tidak mengalami rematik,” kata Bambang.  Menurutnya,  asam urat dalam darah yang tinggi belum tentu akan menyebabkan rematik. “Penyakit rematik akan terjadi bila asam urat terkumpul dalam sendi dan membentuk endapan kristal monosodium urat.  penyakit ini,” terangnya.

4. Penyakit rematik adalah penyakit tulang.

Faktanya rematik adalah penyakit yang menyerang persendian tulang dan terdiri dari berbagai jenis di antaranya adalah osteoartritis dan reumatoid artritis. Osteoartritis paling sering menyerang sendi-sendi besar yang mendukung berat badan seperti sendi lulut, panggul, tulang belakang, punggung dan leher meski tidak tertutup kemungkinan menyerang daerah lain. Sementara reumatoid artiritis dikarenakan sistem imun yang menyerang lapisan atau membran sinovial sendi dan melibatkan seluruh organ-organ tubuh, dapat menyebabkan kecacatan.

5. Penyakit rematik hanya mengincar orang berusia lanjut.

Faktanya, rematik menyerang semua orang, tua maupun muda baik pria maupun wanita tergantung pada jenis penyakit rematiknya. Pada rematik jenis osteoartritis umumnya menyerang orang-orang berusia diatas 45 tahun sementara jenis Lupus Eritematosus menyerang wanita muda usia produktif tetapi juga dapat mengenai setiap orang. Para pria lebih mudah terserang Gout.

6. Rematik adalah penyakit keturunan.

Faktanya, rematik tidak selalu diturunkan secara langsung dari orang tua ke anak.  “Namun begitu, ada kecenderungan faktor keluarga menjadi faktor risiko terjadinya rematik seperti pada Reumatoid Artritis, Lupus Eritematosus Sistemik dan Gout,” ujar Dr Bambang.

7. Sakit pada tulang di malam hari adalah tanda gejala rematik.

Faktanya, gejala-gejala yang umumnya terjadi pada penderita rematik adalah pegal-pegal dan peradangan pada sendi (merah, bengkak, nyeri, terasa panas dan umumnya sulit digerakkan). Gejala ini tidak terbatas pada malam hari. Bisa saja menyerang setiap saat. [kompas.health]

Memiliki tubuh yang kurus tidak serta merta membuat seseorang memiliki kadar kolesterol yang rendah da berisiko lebih kecil mengidap penyakit pembuluh darah dan jantung (kardiovaskular). Seseorang yang bertubuh kurus, apabila memiliki riwayat kadar kolesterol tinggi dalam keluarga, tetap memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit jantung.

Seperti diungkapkan spesialis penyakit dalam dari Brawijaya Clinic Jakarta dr. Dedy Sudrajat Sp.PD, Kamis (6/12/2012), kadar kolesterol dalam darah selain dari asupan makanan juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetika.

“Kolesterol juga diproduksi sendiri oleh tubuh dalam organ hati, yaitu sebanyak 80 persennya. Sehingga kadar kolesterol tidak bisa diindikatori dari berat badan. Apabila orang kurus, namun memiliki risiko kolesterol dari keturunannya, bisa saja kadarnya lebih tinggi dari orang gemuk,” ungkap Dedy.

Deddy menekankan, tingginya kadar kolesterol perlu diwaspadai karena menjadi salah satu faktor risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang merupakan penyakit penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Selain itu, kolesterol juga dapat dikorelasikan pada penyakit kardiovaskular lain.

Kolesterol, papar Dedy, sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh karena memiliki fungsi penting, diantaranya menyusun struktur membran sel, sebagai pelindung kulit dari racun dan kekeringan kulit, prekursor hormon steroid, prekursor asam empedu, dan pembentukan vitamin D (bersama sinar UV). Namun apabila jumlahnya tidak sesuai maka akan menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan.

Dedy juga mengatakan penurunan kolesterol 10 persen saja sudah dapat menurunkan 50 persen resiko penyait jantung. Oleh karenanya, sangat penting untuk menurunkan kadar kolesterol apabila sudah melebihi batas normal. Batas normal kolesterol total adalah di bawah 200 mg/dL, dengan trigiserida kurang dari 150 mg/dL, HDL (kolesterol baik) adalah di atas 60 mg/dL, sedangkan LDL  (kolesterol jahat) adalah kurang dari 130 mg/dL.

Tes kadar kolesterol teratur sangat disarankan oleh Dedy. “Mulai usia 20 tahun sebaiknya dilakukan pemeriksaan. Namun apabila memiliki keturunan kolesterol dapat dilakukan lebih awal, bahkan dari usia kanak-kanak,” ujarnya

Strategi memperbaiki kadar kolesterol menurut Dedy sebenarnya mudah. Antara lain dengan mengatur pola makan, memperbanyak aktivitas fisik, berhenti merokok, mengurangi stres, mengontrol berat badan, mengubah gaya hidup, dan nutritional genomics. Strategi ini juga dapat diterapkan apabila kadar jenis kolesterol tertentu tidak sesuai. Dengan hanya senantiasa menjalani gaya hidup sehat, kadar kolesterol dapat terus dijaga tetap normal. [health.kompas.com]

Kafein adalah bahan yang aman; telah dinikmati oleh konsumen selama lebih dari 100 tahun.

Kafein yang mungkin dikenal sabagai stimulan dalam kopi yang anda minum di pagi hari, dapat ditemukan dalam berbagai bahan makanan diantaranya daun teh, biji kopi dan biji kakao (yang Anda gunakan untuk membuat cokelat). Kafein telah digunakan selama berabad-abad dan juga dapat dibuat oleh manusia.

Pada umumnya, kandungan kafein dalam minuman bersoda jauh lebih rendah daripada kandungan kafein yang terdapat pada kopi seduh dalam takaran saji yang sama.

Konsumsi kafein dalam takaran sedang untuk orang dewasa (300 mg/hari atau kira-kira sama dengan dua atau tiga cangkir kopi atau lima hingga enam kaleng minuman bersoda yang berkafein) selama ini tidak dikaitkan dengan efek negatif terhadap kesehatan. Namun hingga kini masih banyak pandangan yang keliru mengenai efek yang ditimbulkan kafein terhadap tubuh, meskipun kafein merupakan salah satu zat makanan yang paling banyak diteliti di dunia.

Inilah jawaban terhadap beberapa kekhawatiran yang umum tentang kafein:

  • Semua minuman adalah sumber hidrasi, termasuk minuman yang mengandung kafein. Dalam terbitan Institute of Medicine of the National Academy of Sciences tahun 2004 dijelaskan bahwa kafein hanya memberikan efek diuretik (meningkatkan pengeluaran air seni) yang ringan dan hanya berjangka pendek bagi mereka yang tidak terbiasa mengonsumsinya. Namun, studi menunjukkan bahwa hal ini tidak perpengaruh bagi orang-orang yang telah menikmati kafein secara teratur.
  • Minuman berkafein tidak membuat tulang lemah atau menyebabkan osteoporosis. Selama lebih dari lima belas tahun, serangkaian organisasi ilmiah dan organisasi advokasi pasien, termasuk Dewan Informasi Pangan Internasional dalam reviewnya di tahun 2008 “Caffeine & Health: Clarifying the Controversies” menyimpulkan bahwa kafein dalam minuman bersoda tidak mempunyai efek negatif pada individu yang sehat sejauh asupan kalsiumnya mencukupi.
  • Pada sebagian besar orang, kafein tidak mengakibatkan rasa terbakar atau nyeri pada ulu hati. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan pada tahun 2010 terhadap literatur yang ada dewasa ini mengenai efek minuman berkarbonasi baik yang berkafein maupun tidak terhadap penyakit naiknya asam lambung ke kerongkongan, tidak ditemukan adanya bukti langsung bahwa minuman berkarbonasi memicu atau memperparah kondisi ini.

Bagi Anda yang memilih untuk menghindari kafein, tersedia banyak produk minuman yang menawarkan versi bebas kafein.

Tahukah Anda?
Kafein menambahkan sedikit rasa pahit dan melengkapi pemanis berkalori, pemanis rendah atau tanpa berkalori dengan memberikan citarasa nikmat di banyak minuman. Banyak orang mengalami efek yang menyenangkan setelah mengonsumsi kafein dalam jumlah yang cukup tinggi, termasuk meningkatnya:

  • Kewaspadaan
  • Kinerja kognitif
  • Daya tahan dan peningkatan kinerja dalam sejumlah kegiatan jasmani
  • Suasana hati
  • Kecepatan reaksi dan juga kesiagaan visual dan pendengaran.

Sumber referensi http://www.thebeverageinstitute.org.

Tidur ternyata memberi manfaat lebih besar dibandingkan sejenis obat painkiller bernama codeine dalam meredakan rasa sakit. Menurut sebuah studi terbaru, memperbanyak waktu tidur dapat meningkatkan tingkat kesadaran pada siang hari dan dapat berarti juga mengurangi rasa sensitivitas pada rasa sakit.

“Hasil penelitian kami menunjukkan pentingnya tidur yang cukup ketika sedang mengalami kondisi nyeri kronis atau ketika dalam persiapan untuk bedah elektif. Penurunan sensitivitas rasa sakit dengan tidur cukup mengejutkan, karena lebih besar dari efek yang ditimbulkan saat mengonsumsi codeine,” tambah ungkap ketua penelitian Timothy Roehrs.

Temuan terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep ini melibatkan 18 orang dewasa dalam keadaan sehat, bebas rasa sakit, dan memiliki kecenderungan sedikit tidur yang secara acak dibagi menjadi dua kondisi. Kelompok pertama selama empat malam harus memperpanjang waktu tidur dengan tidur setidaknya selama 10 jam setiap malam sedangkan kelompok lainnya tetap dengan waktu tidur normal.

Tes dilakukan secara objektif dengan multiple sleep patency test untuk mengukur kesadaran di siang hari, dan radiant heat stimulus untuk mengukur sensitivitas terhadap rasa sakit.

Setelah dilakukan tes, maka para peneliti mengatakan bahwa kelompok dengan tidur lebih banyak sekitar 1,8 jam setiap malam menunjukkan peningkatan kesadaran di siang hari dan lebih tidak sensitif terhadap rasa sakit dibandingkan kelompok yang jam tidurnya lebih sedikit.

Para peneliti mengatakan bahwa relawan yang jam tidurnya diperpanjang mampu menahan jari mereka pada sumber panas radiasi sebesar 25 persen lebih lama, dibandingkan dengan relawan dengan jam tidur normal. Para peneliti mengatakan bahwa peningkatan pengurangan rasa sakit dari memperlama jam tidur ini lebih besar daripada ketika relawan diberikan 60 mg codeine..

Para peneliti mengatakan bahwa studi terbaru ini adalah studi yang pertama untuk menunjukkan bahwa memperpanjang tidur dapat mengurangi sensitivitas rasa sakit. Selain itu peneliti juga mengungkapkan sensitivitas terhadap rasa sakit didasari pada rasa kantuk.

 

Jakarta, Pomegranate atau yang dikenal dengan buah delima kaya akan antioksidan seperti polifenol, tanin, dan anthocyanin yang lebih banyak dibandingkan dengan anggur merah dan teh hitam. Bahkan berbagai penelitian telah menemukan bahwa jus delima berkhasiat melindungi jantung agar tetap sehat.

Pada tahun 2005, para ilmuwan dari Preventative Medicine Research Institute in Sausalito di Sausalito, Kalifornia ingin mengetahui apakah jus buah delima dapat membantu mengurangi aterosklerosis, penyebab utama penyakit jantung.

Dalam studi ini, pasien dengan penyakit jantung koroner diminta minum 240 ml (satu cangkir) jus buah delima setiap hari selama 3 bulan di samping konsumsi plasebo, sedangkan kelompok lain hanya mengonsumsi plasebo saja.

Pada akhir tiga bulan masa studi, iskemia atau pembatasan aliran darah karena sumbatan, menurun pada kelompok jus delima. Namun, pada kelompok plasebo, iskemia benar-benar meningkat.

Pada tahun 2009, sebuah tim ilmuwan menerbitkan review dari semua penelitian yang tersedia mengenai manfaat jus buah delima dalam jurnal Nutrition Review. Jus buah delima tidak hanya meningkatkan aliran darah dalam sistem kardiovaskular pasien jantung, tetapi juga membantu untuk mengurangi tekanan darah tinggi dan inflamasi.

Kandungan antioksidan dalam jus mampu mengurangi lesi di pembuluh darah dengan aterosklerosis dan penebalan pembuluh darah pada pasien jantung. Studi ini juga mencatat bahwa penderita diabetes tipe II yang minum jus buah delima dapat memperoleh manfaat penurunan lipid dalam darahnya.

Para ilmuwan menentukan bahwa jus delima dapat melindungi sistem kardiovaskular dengan baik sehingga harus dipromosikan sebagai bagian standar dari diet jantung sehat, seperti dikutip dari naturalnews, Kamis (6/12/2012).

Tahun 2010, para ilmuwan dari jurusan zoologi di University of Maharaja Sayajirao Baroda, Vadodara di India memberikan jus delima kepada sekelompok tikus yang sehat selama 30 hari, sambil menjaga kelompok kontrol tikus untuk perbandingan.

Pada hari 28 dan 29, kedua kelompok tikus diobati dengan larutan yang menyebabkan penyakit jantung. Kelompok tikus yang telah diberi jus delima secara signifikan kurang terpengaruh oleh obat tersebut dibanding kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlindungan jus delima.

Berbagai studi menyatakan jika pasien tidak membuat perubahan gaya hidup, akhirnya harus diobati dengan obat-obatan. Sebagai alternatif untuk pengobatan, Johns Hopkins University merekomendasikan konsumsi jus delima secara teratur. Hal ini mengurangi tekanan darah dan aktivitas enzim yang mengarah ke penyakit jantung.

“Orang Gemuk ! Hati-hati!”   Yup…bagi orang gemuk perlu diberi peringatan dengan serius agar waspada terhadap bahaya diabetes. Karena orang gemuk adalah salah satu orang yang bepotensi akan menjadi pengidap diabetes dimasa depan.

Memang tidak selamanya orang gemuk akan menjadi penderita diabetes. Tapi, menurut penelitian setidaknya dua dari lima orang gemuk berpotemsi akan menderita diabetes dimasa depan. Kalaupun tidak menderita penyakit diabetes, orang gemuk harus awas dan waspada terhadap penyakit-penyakit lainnya. Seperti darah tinggi dan darah rendah yang kedua-duanya berpotensi untuk mengakibatkan struk (badan mati sebelah atau lumpuh sebelah). Atau juga berpotensi untuk menjadi pengidap sakit ginjal atau sakit lever (sakit hati). Semua sakit yang berat-berat, yang akan menguras isi kantong penderitanya bertahun-tahun.

Karena itu janganlah gemuk!  Ya…memang tidak ada gunanya menjadi orang gemuk. Orang gemuk bukanlah lambang kemakmuran. Atau lambang sebagai ‘Big Bos’, melainkan lambang sebagai dari ‘gudang penyakit’.

Karena itu orang gemuk, haruslah berusaha untuk mencapai berat badan ideal. Kuncinya adalah berolah raga yang teratur, makanlah secukupnya, jangan makan berlebihan. Jangan makan melebihi kebutuhan tubuh. Cara terbaik mengatur isi perut yang sehat itu dengan membagi perut menjadi tiga bagian, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk udara.

Kita juga diajarkan untuk tidak makan sebelum lapar, dan berhenti sebelum kenyang. Jika kita memiliki makanan berlebih, akan jauh lebih baik jika berbagi dengan sesama, masih banyak orang yang kurang beruntung dan kekurangan makanan di luaran sana. Dengan kata lain jangan rakus!

Menjadi seorang yang pelupa ternyata tak hanya menyerang mereka yang berusia senja, tapi juga anak muda di bawah 30 tahun. Ehm…, kok bisa,ya? Desi terbiasa menulis segala sesuatu yang ingin dikerjakannya pada sebuah note , karena ia sadar ia punya kebiasaan lupa. Misalnya, lupa mengunci pintu rumah pada malam hari atau lupa meletakkan gelas yang baru saja diletakkannya.

Mungkin kasus Desi bagi banyak orang merupakan hal biasa, Tapi, jika hal ini terjadi sering sekali dan sampai membuat Anda juga orang-orang di sekitar Anda tidak nyaman, Anda harus mewaspadai dan segera mengobatinya. Apalagi usia Desi terbilang masih muda, 29 tahun. Menurut penelitian, kehilangan memori kecil ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah:

1. Depresi

Depresi sering menyebabkan keputusasaan dan kurangnya minat pada hal-hal sekitar. Kadang orang-orang seperti ini sering berada pada dunia dan pikirannya sendiri. Mereka juga kerap memikirkan kenangan masa lalu dan terlalu khawatir dengan masa depannya.

2. Stress

Ketika stress, tubuh mengalami hal di luar kewajaran. Stress juga menandakan kemungkinan otak bekerja terlalu keras sehingga dapat memperlambat proses encoding , menyimpan dan mengingat informasi dalam otak. Jika masalahnya dikarenakan ini, hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan kebiasaan lupa itu adalah dengan menghilangkan stress terlebih dahulu. Caranya, sebisa mungkin selesaikan masalah Anda, tidur cukup, dan pergilah refreshing dengan berjalan-jalan atau olahraga.

3. Overload

Sebuah penelitian klinis di Glasgow menyatakan, orang menjadi lebih pelupa dikarenakan gaya hidupnya yang sibuk dan kelebihan informasi (dari telepon seluler, televisi, radio, dan internet). Dalam kedokteran, kondisi ini diidentifikasi sebagai kerusakan kognitif subyektif (Subjective Cognitive Impairment/SCI ). Biasanya pengobatan yang dilakukan sama seperti mengobati penyakit Alzheimer. Namun dibedakan dalam dosis yang dipakai, biasanya sangat rendah.

4. Tiroid

Gangguan tiroid, seperti hipotiroidisme dan hipertiroidisme, telah diketahui memengaruhi (kebingungan) mental dan ketidakmampuan mengingat hal-hal untuk waktu yang lama. Solusinya, lakukan pengobatan untuk untuk mengobati masalah tiroid Anda.

5. Kurang Tidur

Kurang tidur juga dapat menyebabkan lupa. Namun biasanya yang memicu kurang tidur ini adalah stress. Ketika Anda stress, pikiran biasanya lebih fokus pada masalah dan itulah yang membuat Anda kehilangan nafsu untuk tidur.

Jika memang Anda kurang tidur di malam hari, usahakanlah membalasnya dengan tidur siang. Tidur siang juga baik untuk menyegarkan pikiran Anda.

6. Diet

Salah satu yang menyebabkan Anda kehilangan memori bisa jadi karena diet yang buruk. Diet yang tidak tepat bisa membuat tubuh kekurangan vitamin esensial dan gizi. Karenanya ubahlah pola diet Anda menjadi diet yang seimbang.

7. Alkohol dan Narkoba

Alkohol dan narkoba merupakan salah satu faktor yang bisa menyebabkan kelupaan. Ketika seseorang benar-benar mabuk, dia tidak akan pernah ingat apa yang diceritakan atau dijelaskannya. Serupa dengan itu, kasus kecanduan narkoba juga bisa membuat sel-sel otak kehilangan kontrol seperti ketika mereka mengonsumsi alkohol berlebihan.

Solusinya, kurangi juga penggunaan obat-obatan yang dikonsumsi setiap hari karena bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Konsultasikanlah masalah kemungkinan ketidakseimbangan ini pada dokter Anda (yang memberikan obat).

8. Trauma Fisik atau Emosional

Trauma fisik bisa terjadi karena cedera kepala, dari kecelakaan mobil atau sejenisnya. Trauma tersebut dapat mempengaruhi otak yang merupakan pusat memori, kecerdasan emosi, dan lain-lain sehingga Anda kehilangan memori secara tiba-tiba. Tingkat keparahan kondisi tergantung pada tingkat kerusakan yang disebabkan kecelakaan. Dalam beberapa kasus, orang bisa saja menderita amnesia permanen.

Trauma emosional, seperti pelecehan seksual atau kematian seorang teman dekat juga bisa memengaruhi otak dan berefek pada kelupaan. Pada kasus ini, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan psikolog atau terapis.

9. Alzheimer

Jika salah satu penyebab lupa Anda adalah akibat kondisi medis yang serius, maka itu bisa jadi dikarenakan Alzheimer. Penyakit ini bisa menyebabkan hilangnya memori, bahasa, dan kemampuan kognitif Anda, juga memengaruhi kesehatan mental yang bisa mengarah pada masalah demensia dan akhirnya meninggal.

10. Penyebab Lain

Mudah lupa juga bisa disebabkan oleh gangguan suplai oksigen ke otak, tumor otak yang mungkin telah berkembang di daerah bahwa memori kontrol, peradangan otak, epilepsi, multiple sclerosis , penyakit parkinson, dan meningitis.

Tips Biar Tidak Mudah Lupa:

1. Sederhanakan Hidup

Jangan melakukan terlalu banyak hal/tugas sekaligus. Cobalah menyelesaikan tugas satu persatu.

2. Istirahatkan tubuh dan pikiran

Biasakan Anda dengan pola hidup sehat (asupan gizi dan pola tidur yang benar).

3. Buatlah jadwal

Tuliskan hal-hal yang ingin Anda lakukan hari ini dan selanjutnya. Atau, bisa juga dengan memberi pengingat pada kalender atau dengan post-it.

4. Latih dan tantanglah otak

Latih dan tantanglah otak untuk selalu aktif dengan banyak latihan fisik dan mental dengan melakukan hal-hal yang kreatif. Dan, cobalah melakukan sesuatu di luar rutinitas Anda. Misalnya, bergabung dengan klub buku, belajar bermain catur, atau gunakan tangan kanan bukannya kiri jika Anda kidal.

5. Selalu menyimpan satu barang di tempat yang sama sepanjang waktu

Jangan biasakan menaruh barang sembarangan.

Pribahasa mengatakan “Manusia itu tempatnya salah dan lupa” Tetapi pribahasa ini tidak ditujukan buat orang Pelupa, dan Pelupa (pikun) dimasa muda itu bisa dicegah.

Adakalanya ketika kita beraktifitas dalam bekerja, semangat kerja menurun gak karuan. Rasa jenuh, dan bad mood sering disebut sebagai biangkeladi faktor utama menurunnya semangat dalam bekerja ini. Tetapi jangan salah, tidak sedikit hal ini disebabkan hanya karena kebiasaan buruk kita, dalam mengkonsumsi makanan. Berikut adalah tips sehat mengatur makanan yang kita konsumsi, agar semangat kerja tetap terjaga:

  • Minumlah air putih yang cukup
    Terkadang karena terlalu sibuk bekerja, kita suka lupa akan minum air putih. Padahal perlu diingat dehidrasi bisa membuat badan lemas loh. Tidak harus sih minum air putih sebanyak 8 gelas dalam sehari tetapi yang terpenting selalu minum air putih saat haus dan ditambah dengan beberapa gelas. Gantilah kebiasaan minuman soda atau jus dengan minum air putih.
  • Hindari makanan berat
    Pada hari kerja, dan jam makan siang, sebaiknya Anda membiasakan memilih makanan yang tidak terlalu berat kalorinya atau ganti saja dengan salad. Sesudahnya, cukup minum segelas air putih atau teh herbal agar tidak mengantuk dan tetap segar sampai sore hari.
  • Biasakan makan cemilan yang sehat
    Biasakan untuk memilih cemilan sehat seperti buah apel, yogurt berkadar lemak rendah, roti bakar dengan selai kacang, dll. Makanan kecil yang kaya mineral ini dapat membuat kita tetap bersemangat sampai jam pulang kantor.
  • Selingilah dengan olahraga ringan
    Sesekali gerakkan badan dengan kombinasi berjalan cepat dan lambat. Tinggalkan meja, jalan berkeliling kantor untuk beberapa menit dan kembali lagi bekerja. Tidak lebih dari 10 menit, waktu yang diperlukan agar badan kembali segar..

Jakarta, Grapefruit adalah salah satu jenis makanan yang harus dihindari sesaat setelah meminum obat karena efek sampingnya yang berbahaya. Tak hanya grapefruit, ada beberapa jenis makanan lain yang harus dihindari saat mengonsumsi obat.

Beberapa obat bisa menjadi berbahaya jika dimakan dengan makanan tertentu. Karena itu bacalah baik-baik label di kemasan obat untuk mencari tahu peringatan apa yang harus Anda perhatikan. Atau bertanyalah kepada dokter atau apoteker tentang jenis makanan apa saja yang harus dihindari selama mengonsumsi obat tersebut.

Berikut ini jenis makanan yang bisa memimbulkan bahaya jika dikonsumsi dengan obat tertentu, seperti dikutip dari CBCNews, Sabtu (1/12/2012):

1. Makanan yang mengandung Vitamin K

Makanan yang kaya Vitamin K dapat membuat warfarin (obat anticoagulant atau pengencer darah) menjadi kurang efektif. Demikian menurut Institut Kesehatan Nasional Inggris. Warfarin merupakan obat yang biasa diresepkan.

Makanan yang mengandung Vitamin K antara lain peterseli dan ketumbar, sayuran hijau seperti bayam dan swiss chard, kedelai, buncis, keju cheddar, dan teh hijau.

2. Likoris hitam

Makan banyak likoris hitam dapat meningkatkan kemungkinan toksitasi bagi orang-orang yang sedang mengonsumsi obat Lanoxin yang diberikan pada pasien gagal jantung atau yang mengalami gangguan irama jantung. Likoris juga membuat obat tekanan darah tinggi dan diuretik menjadi kurang efektif. Demikian pandangan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS.

3. Makanan yang Mengandung kalsium

Kalsium dari makanan yang terbuat dari susu atau suplemen bisa mengakibatkan masalah terkait penyerapan obat tiroid atau antibiotik seperti ciprofloxacin atau levofloksasin. Demikian disampaikan Dr David Juurlink, ahli keamanan obat di Universitas Toronto.

4. Alkohol

Alkohol juga menyebabkan masalah bagi mereka yang mengonsumsi berbagai obat, termasuk obat pengencer darah seperti warfarin, antibiotik, anti-depressant, obat diabetes, anti-psikotik seperti Thorazine dan obat anti-kejang. Dampak yang dihasilkan tergantung pada obat yang dikonsumsi, misalnya pada beberapa obat diabetes, mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan mual atau sakit kepala. Demikian disampaikan Jasa Layanan Kesehatan Alberta.

Cara terbaik untuk mengontrol asma adalah dengan melakukan pencegahan. Meskipun pengobatan memainkan peranan penting dalam pencegahan terjadinya asma, perhatian dan kontrol pada lingkungan juga harus tetap diperhatikan. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kembalinya asma : 

  • Tetap jaga lingkungan dari potensi-potensi alergi yang mungkin saja terjadi
    Misal : Jika debu dapat menjadi pemicu bagi Anda, segera bersihkan debu tersebut. Menempatkan bantal dan matras juga dapat membantu Anda. Jika hewan piaraan menjadi pemicu gejala, segera tempatkan binatang Anda jauh dari jangkauan Anda, atau lebih seringlah memandikan hewan peliharaan Anda.
  • Beri perhatian pada udara
    Jika Anda telah mengetahui polusi udara dapat mengganggu Anda, maka segera ambil tindakan untuk pindah ke ruangan berbeda. Mungkin Anda dapat pindah ke ruangan tertutup, dan mengurangi kegiatan aktifitas di dalam ruangan.
  • Hindari rokok
    Hindari rokok jika Anda bukanlah seorang perokok, dan bertobatlah dari rokok jika Anda seorang perokok aktif. Merokok merupakan tindakan paling buruk bagi paru-paru Anda, dan terutama bagi para penderita asma.
  • Jadilah pintar tentang olahraga
    Ini adalah cara terbaik untuk menjaga tubuh dan pikiran yang sehat, jadi jika Anda rentan terhadap aktifitas olahraga, segera konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui cara mengelola gejala. Jika Anda kambuh selama permainan atau olahraga, hentikan apa yang Anda lakukan sampai benar-benar tenang, atau minumlah obat sesegera mungkin.Bila gejala telah pergi, Anda dapat kembali berolahraga.

Yang perlu diingat adalah, asma tidak mencegah Anda melakukan apapun yang Anda senangi. Jika Anda benar-benar mengikuti rencana tindakan asma Anda, mengkonsumsi obat dengan benar, mengenali gejala dan pemicu, serta melakukan melakukan kontrol secara teratur, maka dipastikan Anda akan dapat tetap beraktifitas tanpa hambatan.

Biosen

Membantu mengatasi penyakit Asma, Sesak Nafas, Sinusitis, Radang Tenggorokan, Amandel, mengatasi Alergi dan gangguan sistem pernapasan, mengeluarkan cairan dalam paru-paru dan membersihkan dari nikotin (bagi perokok). POM TR 053 350 431

Beli Sekarang